Home / Berita Bola / Bentrokan Maut Di Liga Indonesia

Bentrokan Maut Di Liga Indonesia

Banyak Bonus Menanti Anda, Hanya Dengan Bergabung Bersama Kami. Silahkan Saja Langsung Klik Disini Untuk Dapatkan Bonus Yang Melimpah Dari Kami

Bentrokan Maut Di Liga Indonesia – Tidak cuman perkara Eri Irianto, sejumlah bentrokan maut pun berlangsung di Liga Indonesia. Paling tidak ada 3 peristiwa, berikut daftarnya.

Jumat (3/4/2020), pas dua dekade Eri Irianto wafat lantaran bentrokan waktu bela Persebaya Surabaya menentang PSIM Yogyakarta. Almarhumah bertubrukan dengan Samson Noujine Kinga, sampai nyawanya gak tertolong.

Berikut 3 pemain yang senasib dengan Eri ditengah-tengah pertandingan Liga Indonesia.

Klaim Bonus Deposit 10% Dan Seterusnya, Bonus Cashback 5% Tiap Minggunya, Bonus Rollingan 0.7%, Bonus Referensi Teman 5% Hanya Dengan Deposit 50 Ribu

Lihat Kontak Kami Klik Disini :

1. Jumadi Abdi

Jumadi Abdi wafat pada 15 Maret 2009. Ia merasakan cedera kritis waktu bertubrukan di kompetisi PKT Bontang dengan Persela Lamongan delapan hari awal mulanya di Stadion Mulawarman.

Dalam sebuat kejadian gempuran, Jumadi diadang oleh bek Laskar Joko Tingkir, Deny Tarkas. Trik mengusir Deny kakinya sangat tinggi, sampai kaki kanannya tiba di perut Jumadi.

Lantaran peristiwa dengan Jumadi itu, Deny Tarkas cuman memperoleh kartu kuning. Sesudah pengumpulan bukti-bukti dari Komisi Disiplin PSSI, Deny selanjutnya disanksi empat bulan.

Jumadi sempat mendapat perawatan dalam rumah sakit PKT Bontang. Ia bahkan juga sempat di-operasi, namun situasinya terus mengalami penurunan sampai selanjutnya mesti tutup umur di usia 26 tahun.

2. Akli Fairuz

Persiraja Banda Aceh pun merasakan moment pilu pada 16 Mei 2014. Striker mereka, Akli Fairuz pun wafat lantaran bentrokan.

Dalam pertandingan Divisi Khusus di antara Persiraja versi PSAP Sigli pada 10 Mei 2014, Akli diterjang oleh kiper, Agus Rohman.

Sesuai sama Jumadi, Akli sempat mendapat perawatan dalam rumah sakit. Enam hari mendapat perawatan, ia selanjutnya wafat

Agus Rohman mendapat hukuman berat lantaran bentrokan itu. Ia disanksi 1 tahun oleh Komdis PSSI.

Dalam pengakuannya terhadap AFP, Agus Rohman gak penah miliki intensi buat melukai musuh.

” Dalam kehidupan saya, gak sempat miliki tekad buat menyakiti atau membunuh pemain musuh, ” kata Agus.

” Saya menyesali apa yang berlangsung. Kenapa ia mesti wafat lantaran sepakan saya?Bola88 Saya sungguh-sungguh memohon maaf ke Akli, keluarganya, serta keseluruhan orang, ” ia memberi tambahan.

3. Choirul Huda

Nasib sial dihadapi oleh penjaga gawang Persela Lamongan, Choirul Huda. Kejadian itu berlangsung pada pertandingan kandang Laskar Joko Tingkir dengan Semen Padang pada 15 Oktober 2017.

Saat sesi pertama tuntas, Choirul merasakan bentrokan dengan relasi segrupnya, Ramon Rodrigues. Penjaga gawang kawakan itu langsung terkapar.

Choirul gak dapat menyambung kompetisi, ia diganti oleh Ferdiansyah waktu tanding di Stadion Surajaya.

Seusai mendapat perawatan di ke RSUD Dr Soegiri Lamongan. http://167.114.18.207/~agent88bet/Situasinya terus mengalami penurunan sampai selanjutnya gak bisa ditolong .

Choirul sebagai pemain khusus buat Persela. Selama karirnya jadi pemain sepak bola dihabiskan buat bela Persela.

About penulis77