Home / Berita Umum / Pria AS Terancam Hukuman Mati Terkait Penculikan Mahasiswi China

Pria AS Terancam Hukuman Mati Terkait Penculikan Mahasiswi China

Banyak Bonus Menanti Anda, Hanya Dengan Bergabung Bersama Kami. Silahkan Saja Langsung Klik Disini Untuk Dapatkan Bonus Yang Melimpah Dari Kami

Pria AS Terancam Hukuman Mati Terkait Penculikan Mahasiswi China – Seseorang pria di Illinois, Amerika Serikat (AS) dikatakan bersalah atas penculikan serta pembunuhan sadis seseorang mahasiswi asal China. Pria yg terobsesi dengan pembunuh berantai ini terancam hukuman mati.

Seperti diberitakan Reuters, Selasa (25/6/2019), dalam persidangan di Peoria, Illinois, pria bernama Brendt Christensen (29) ini dikatakan bertanggungjawab atas kematian seseorang mahasiswi asal China, Yingying Zhang (26). Zhang sebagai mahasiswi S2 pada University of Illinois Urbana-Champaign.

Zhang diadukan lenyap pada 9 Juni 2017, seputar dua bulan selesai ia ada dari China untuk belajar masalah fotosintesis serta produksi tanaman di kampus itu. Jenazah Zhang tidak sempat diketemukan, akan tetapi jaksa menjelaskan DNA-nya pas dengan bercak darah di banyak titik di kamar Christensen.

Klaim Bonus Deposit 10% Dan Seterusnya, Bonus Cashback 5% Tiap Minggunya, Bonus Rollingan 0.7%, Bonus Referensi Teman 5% Hanya Dengan Deposit 50 Ribu

Lihat Kontak Kami Klik Disini :

Perkara ini diawasi dengan cara saksama oleh media-media China, otoritas China pun mahasiswa China yg kuliah di AS. Dua bulan selesai Zhang lenyap tanpa ada jejak, kerabatnya pernah melemparkan permintaan terbuka terhadap Presiden Donald Trump untuk mengerahkan sumber daya penambahan untuk cari kehadiran Zhang.

Jaksa-jaksa federal AS yg menangkap Christensen dibawah undang-undang penculikan, mengusahakan hukuman mati apabila ia dikatakan bersalah.

Banyak penyidik curiga Christensen selesai rekaman CCTV di lokasi Urbana, 210 km. sisi selatan kota Chicago, tunjukkan Zhang masuk ke suatu mobil warna hitam yg terakhir berkenaan dengan Christensen.

Dalam argumennya, jaksa mengatakan Christensen bawa Zhang ke apartemennya, dimana Zhang melaksanakan perlawanan maksimal waktu Christensen memukulinya dengan tongkat bisbol, memperkosa serta menikamnya di leher sebelum memenggalnya.

Terperinci masalah tindak kejahatan ini, terhitung masalah pemenggalan, dijelaskan oleh Christensen sendiri dalam penuturan dengan eks kekasihnya, yg diam-diam direkam oleh agen-agen FBI yg ikut menyidik perkara ini. Penuturan itu yg membuat Christensen selanjutnya diamankan.

Dalam alasan penutup dalam sidang pada Senin (24/6) waktu ditempat, asisten jaksa AS, Eugene Miller, menjelaskan ke pengadilan kalau Christensen memakan waktu enam bulan untuk memiliki rencana pembunuhan serta pilih Zhang sebab perawakannya yg kecil serta kelihatan seperti obyek yg ringan.

“Ia memperkosanya, ia membunuhnya kemudian memakan tiga minggu untuk menutupi kejahatannya,” tegas jaksa Miller.

Pengacara Christensen, Elisabeth Pollock, menginginkan biar pengadilan tidak menjatuhkan hukuman mati waktu sidang ketetapan yg akan dihelat 8 Juli akan datang.

Christensen yg sempat berubah menjadi mahasiswa S2 di kampus yg sama, kelihatan tidak tunjukkan emosi apa pun waktu dikatakan bersalah atas tuduhan penculikan yg menimbulkan kematian, pun dua tuduhan berbohong terhadap agen federal. Jaksa awal kalinya mengatakan Christensen terobsesi dengan banyak pembunuh berantai, terhitung Ted Bundy, yg membunuh beberapa puluh wanita pada tahun 1970-an.

About penulis77