Soal Status Kelaikan Terbang Lion Air PK-LQP,KNKT Beri Penjelasan

Soal Status Kelaikan Terbang Lion Air PK-LQP,KNKT Beri Penjelasan

Banyak Bonus Menanti Anda, Hanya Dengan Bergabung Bersama Kami. Silahkan Saja Langsung Klik Disini Untuk Dapatkan Bonus Yang Melimpah Dari Kami

Soal Status Kelaikan Terbang Lion Air PK-LQP,KNKT Beri Penjelasan – Lion Air tidak setuju pengakuan Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) tentang pesawat PK-LQP yg diambil kesimpulan tak laik terbang waktu penerbangan Denpasar-Jakarta. KNKT memaparkan duduk masalah tentang pengakuan tentang kelaikan terbang pesawat itu. KNKT menjelaskan kalau Lion Air PK-LQP dalam keadaan laik terbang waktu terbag dari Denpasar atau Jakarta.

Tersebut keterangan komplet KNKT yg dikatakan melalui info terdaftar:

Berkaitan dengan mengembangnya beberapa kabar di media massa berkaitan laporan awal KNKT yg dikatakan di hari ini, Rabu tanggal 28 November 2018. Beberapa alat memberikan kalau KNKT, udah memberikan kalau pesawat Lion Air Boeing B 737 8 (MAX) register PK-LQP dikatakan tak laik terbang dari sejak Denpasar, Bali termasuk juga penerbangand dari Jakarta ke Pangkal Pinang

Klaim Bonus Deposit 10% Dan Seterusnya, Bonus Cashback 5% Tiap Minggunya, Bonus Rollingan 0.7%, Bonus Referensi Teman 5% Hanya Dengan Deposit 50 Ribu

Lihat Kontak Kami Klik Disini :

Tersebut KNKT akan berikan klarifikasi sama dengan keterangan pada pertemuan wartawan pada tanggal 28 November 2018 kalau:

Menurut ketetapan di Indonesia, pesawat dikatakan laik terbang juka Aircraft Flight Maintenance Log (AFML) udah di tandatangani oleh engineer (releaseman). Selesai pesawat datang, pilot memberikan laporan ada masalah pada pesawat, engineer udah lakukan perbaikan serta pengujian. Selesai hasil pengujian membuktikan hasil baik jadi AFML di tandatangani oleh releaseman serta pesawat dikatakan laik terbang

Satu diantaranya keadaan yg membawa dampak kelaikudaraan (airworthiness) selesai kalau pada waktu terbang pesawat alami masalah. Ketentuan untuk meneruskan terbang atau selekasnya datang berada di tangan pilot in command (Captain)

Karena itu dikatakan kalau pesawat Lion Air Boeing B 737-8 (MAX) register PK-LQP dalam keadaan laik terbang waktu pergi dari Denpasar Bali dengan nomor penerbangan JT 043, atau pada waktu pergi dari Jakarta dengan nomor penerbangan JT 610

Demikian dikatakan untuk klarifikasi beberapa kabar supaya tak mengundang salah paham di warga

Info seterusnya bisa mengontak KNKT Command Center 081212655155

Jakarta, 28 November 2018
Ketua Sub Komite Investigasi Kecelakaan Penerbangan
Capt Nurcahyo Utomo

Pada pertemuan wartawan tadi siang, Nurcahyo pernah menjelaskan kalau keadaan pesawat Lion Air PK-LQP itu tak laik terbang waktu pilot mendapatkan masalah dalam penerbangan Denpasar ke Jakarta.

Waktu sesion bertanya jawab dalam jumpa wartawan, ada seseorang bagian keluarga korban yg ajukan pertanyaan. Beberapa salah satunya yaitu bab halangan tehnis dari kontrol pesawat dilaksanakan sebelum atau selepas penerbangan, apa teknisi yg periksa cuma dari pihak Lion Air, apa pesawat laik terbang, apa pilot memiliki pengalaman, apa benar memohon perlindungan dari pihak asing, apa koordinat body telah diketemukan, serta apa penelusuran DNA cuma dapat dilaksanakan oleh Polri.

Ketua Sub-Komite Investigasi Kecelakaan Penerbangan KNKT Nurcahyo Utomo selanjutnya menjawab. Berikut jawabannya:

Beri izin saya memberikan ikut berduka cita. pertama, pertanyaan bagaimana dengan halangan yg berlangsung apa telah dideteksi sebelum kecelakaan atau selepas kecelakaan, serta barusan bapak bertanya apa pesawat dikatakan laik terbang.

Jadi menurut ketetapan di Indonesia dari ketentuan menhub, pesawat dikatakan jadi laik terbang kalau penuhi 2 ketentuan yakni sama dengan pada keadaan pesawat ini dibikin atau istilahnya comply to jenis certificate. Ke dua, dalam keadaan yg aman untuk diterbangkan. Keadaan yg aman untuk diterbangkan ini disinyalir dengan tanda-tangan oleh teknisi atau dikatakan sebagai release man. Release man ini yaitu orang yg diyakini oleh negara, dikasih license, lisensi untuk lakukan pekerjaannya menjelaskan pesawat laik terbang. Tentulah diperlukan kursus serta pengalaman serta ada ujian. Jadi, lisensi yg dikasihkan ini yaitu dikasihkan Kemenhub jadi perpanjangan tangan Kemenhub untuk menjelaskan pesawat dikatakan laik terbang atau mungkin tidak

Selanjutnya, pesawat terus akan dikatakan laik terbang sampai waktu pendaratan selanjutnya, dikontrol kembali oleh teknisi yg lalu atau release man selanjutnya atau pesawat dikatakan berubah menjadi tak laik terbang kalau selesai dalam kendali pilot alami masalah yg telah menyelimpang dari rancangan awal atau jenis certificate-nya atau alami masalah hingga tak aman untuk diterbangkan. Jadi pada waktu dalam kendali pilot, kelaikan terbang ini berubah menjadi kewenangan pilot.

Bapak barusan bertanya bagaimana akhirnya, seperti saya barusan berikan ada 6 kali tertulis di buku pesawat ini alami masalah. Tiap-tiap alami masalah telah diperbaiki, telah di tandatangani oleh release man hingga dengan cara hukum pesawat dikatakan laik terbang. Selanjutnya di penerbangan Denpasar-Jakarta, pesawat alami masalah pada waktu terbang, pilot akan memutuskan untuk senantiasa hingga sampai Jakarta. Ini dia basic yg keluar saran kita yg pertama barusan pada Lion Air, pilotnya untuk memastikan senantiasa atau kembali. Sebab menurut pandangan kami, yg berlangsung itu pesawat tidak laik terbang. Menurut saran kami, semestinya penerbangan itu tak dilanjut. Jadi ini dia saran kami yg pertama keluar argumennya itu.

You might also like