Pengawal Tahanan KPK Diduga Terima Uang Rp 300 Ribu

Banyak Bonus Menanti Anda, Hanya Dengan Bergabung Bersama Kami. Silahkan Saja Langsung Klik Disini Untuk Dapatkan Bonus Yang Melimpah Dari Kami

Pengawal Tahanan KPK Diduga Terima Uang Rp 300 Ribu – KPK mengeluarkan pengawal tahanan yang bekerja menjaga Idrus Marham ke RS MMC Jakarta. Disangka pengawal tahanan itu terima uang Rp 300 ribu dari faksi Idrus.

“Disangka Rp 300 ribu,” kata Kabiro Humas KPK Febri Diansyah pada wartawan, Selasa (16/7/2019).

Sangkaan penerimaan uang ini awalannya dikatakan Ombudsman Perwakilan Jakarta. Febri menyebutkan penerimaan uang itu telah didapati sebelum Ombudsman mengemukakan laporannya hingga dikerjakan kontrol internal sampai sangsi pemecatan.

Klaim Bonus Deposit 10% Dan Seterusnya, Bonus Cashback 5% Tiap Minggunya, Bonus Rollingan 0.7%, Bonus Referensi Teman 5% Hanya Dengan Deposit 50 Ribu

Lihat Kontak Kami Klik Disini :

“Hal tersebut telah kami dapatkan sebelum Ombudsman mengakhiri kontrol ini hari. Oleh karena itu, KPK langsung memutuskan tegas dengan sangsi berat. Saudara M sudah diberhentikan tidak dengan hormat.Ini adalah bentuk sikap tegas KPK yang tidak mentolerir pelanggaran semacam itu,” tutur Febri.

Ombudsman awalnya mengaitkan ada maladministrasi dalam pengawalan Idrus Marham yang disebut terdakwa masalah suap PLTU Riau-1 saat berobat ke RS MMC, Jakarta pada Jumat, 21 Juni 2019. Izin berobat Idrus itu didapatnya dari penentuan Pengadilan Tinggi Jakarta pada 21 Juni 2019.

Ombudsman mengatakan Idrus dijumpai ada di lokasi coffee shop RS MMC Jakarta setelah salat Jumat yang, menurut Ombudsman, tidak lagi ada aksi medis yang dikerjakan pada Idrus saat itu. Ombudsman tunjukkan rekaman CCTV yang menunjukkan pekerjaan Idrus sepanjang di lokasi RS MMC, terhitung di coffee shop.

Idrus kelihatan tidak memakai rompi tahan serta borgol dan terlihat memakai hp punya satu orang waktu ada di coffee shop. Idrus juga kelihatan mengobrol dengan beberapa orang. Ada pula kurun waktu waktu pengawal tahanan tidak ada di dekat Idrus saat dicoffee shop.

KPK selanjutnya memberikan sangsi berat pada pengawal tahanan yang bekerja menjaga Idrus ke RS pada 21 Juni 2019 itu. Pemecatan dikerjakan sebab pelanggaran disiplin.

“Pimpinan putuskan Saudara M pengawal tahanan itu diberhentikan dengan tidak hormat sebab dapat dibuktikan lakukan pelanggaran disiplin seperti yang ditata di Ketentuan mengenai Kode Etik KPK serta ketentuan lain yang berkaitan,” kata Febri.

You might also like