Home / Berita Umum / Remaja Tewas Dihakimi Massa di Lampung Diduga Curi Rp 1,2 Juta di Warung

Remaja Tewas Dihakimi Massa di Lampung Diduga Curi Rp 1,2 Juta di Warung

Banyak Bonus Menanti Anda, Hanya Dengan Bergabung Bersama Kami. Silahkan Saja Langsung Klik Disini Untuk Dapatkan Bonus Yang Melimpah Dari Kami

Remaja Tewas Dihakimi Massa di Lampung Diduga Curi Rp 1,2 Juta di Warung – Seseorang remaja berinisial RA meninggal dunia sehabis berubah menjadi korban pengeroyokan massa di Lampung Timur. RA dikeroyok berkat dikira mengambil beberapa uang dari laci suatu warung.

” Jadi korban pemeran ini ambil beberapa uang di warung. Jumlah Rp 1. 297. 000, ” kata Kasat Reskrim Polres Lampung Timur AKP Sandi Galih disaat diminta konfirmasi, Selasa (19/3/2019) .

Sandi ceritakan, menurut info saksi, RA sebelumnya mengetuk pintu warung. Lantas dikira RA menyaksikan kondisi dimana warung gak dijaga pemiliknya. Remaja 14 tahun itu lantas nekat ambil uang di laci meja warung.

Klaim Bonus Deposit 10% Dan Seterusnya, Bonus Cashback 5% Tiap Minggunya, Bonus Rollingan 0.7%, Bonus Referensi Teman 5% Hanya Dengan Deposit 50 Ribu

Lihat Kontak Kami Klik Disini :

” Sebelumnya ia ke warung, lantas mengetok pintu warung. Lantaran disaksikan pemiliknya tetap dalam rumah, ia lihat ada laci uang, ia mengambil uang di laci, ” jelas Sandi.

Tetapi perbuatan RA kepergok seorang yg langsung meneriakinya maling. Kala itu penduduk merintangi RA, yg mengusahakan melarikan diri, serta memukulinya sampai meninggal dunia.

” Terus kala (pemeran) ambil, terpergok Saudara B. Nah itu pernah didorong, lantas dikejar Saudara B. Ia terus diteriaki maling. . . maling. . . hingga penduduk menyaksikan serta selanjutnya dikeroyok massa, ” jelas Sandi.

Sandi menuturkan moment pencurian yg selesai pengeroyokan massa itu berlangsung di Dusun Rampelas, Desa Sumur Bandung, Way Jepara, waktu 19. 00 WIB, Sabtu (16/3) . Sekarang pihak Polres Lampung Timur bakal mengerjakan titel masalah buat perlakuan perkara seterusnya.

” Kami tetap akan titel masalah, ” ujar Sandi.

About penulis